ETIKA DAN MANAJEMEN PEMASARAN
Konsumen dan Produsen
Konsumen
Konsumen merupakan peran yang sangat penting dalam suatu bisnis.Bisnis tidak akan berjalan jika tidak ada konsumen yang menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.Dalam mencapai keberhasilan dalam bisnis,memperlakukan konsumen dengan baik secara moral dan etika adalah suatu tuntutan.Konsumen memilki hak sebagai konsumen yaitu hak atas keamanan suatu barang atau jasa,hak atas informasi dari produk,hak untuk memilih,dan hak untuk didengarkan.
Setiap produk yang ditawarkan selalu mengandung resiko-resiko bagi konsumen,khususnya keselamatan dan kesehatan,contoh kecilnya adalah pestisida.Pestisida dapat berbahaya bagi kesehatan petani yang menggunakan apa bila digunakan secara terus menerus petani akan keracunan akibat menghirup pestisida yang mengandung bahan kimia tersebut,selain itu pestisida juga merugikan konsumen yang membeli sayur tersebut,yang berdampak keracunan.
Konsumen berhak untuk mengetahui selruh informasi-informasi yang relevan mengenai produk yang dibeli atau dipilih,cara pemakaian ,dan resiko yang dapat ditimbulkan oleh produk tersebut.Produsen harus mampu meyakinkan konsumen untuk mendapatkan kepercayaan konsumen,Biasanya produsen menginformasikan informasi produknya pada label dari produk yang berisi tentang isi,berat,tanggal kadaluarsa,dan komponen yang terdapat pada produk.
Konsumen berhak untuk memilih produk yang sesuai dengan produk yang diinginkan,oleh karena itu monopoli dan oligopoli pada pasar melanggar hak konsumen.Dalam sistem ekonomi pasar bebas,kompetisi merupakan unsur yang penting.Konsumen berhak untuk membandingkan harga dan kualitas dari suatu produk sebelum mengambil keputusan.Konsumen juga berhak mengomentari dan komentar dari konsumen harus didengarkan,karena konsumen adalah pemakai produk.
Hubungan Produsen dengan konsumen
Interaksi antara produsen dengan konsumen tidak pernah secara langsung,melainkan melalui distributor dan perangkat komunikasi yang modern,meskipun tidak secara langsung,hubungan dan interaksi tersebut juga merupakan interaksi sosial.Semua interaksi sosial mengenal hak dan kewajiban antaran satu pihak dengan pihak lainnya.Menurut (Velasquez 1998) teori -teori yang bersangkutan dengan kewajiban moral produsen telah dikembangkan,masing-masing mencari keseimbangan yang berbeda dari hak dan kewajiban moral konsumen pada dirinya sendiri,dengan hak dan kewajiban moral produsen pada dirinya sendiri.Teori tersebut adalah teori kontrak,terori due care dan teori biaya sosial.
Teori Kontrak
Pada teori kontrak hubungan antar konsumen dan produsen dapat dikatakan sebagai hubungan kontrak,Kewajiban moral dari produsen kepada konsumen telah dinyatakan pada kontrak yang telah dibuat.Ada beberapa syarat agar teori kontrak berjalan dengan baik yaitu kedua belah pihak mengetahui sepenuhnya tentang isi kontrak,kedua belah pihak tidak boleh menipu atau memalsukan fakta dalam kontrak,tidak boleh adanya pemaksaan dalam melakukan kontrak.
Bisnis memiliki kewajiban moral kepada konsumen yaitu harus mematuhi syarat -syarat yang elah dibuat pada saat kontrak,menginformasikan segala hal tentang produk yang dijual,menghindari suatu kesalah pahaman,menghindari usaha untuk mempengaruhi dan memaksa konsumen.Dengan melakukan cara diatas suatu bisnis menghargai hak dari seorang konsumen.
Teori Due Care
Due Care ( perhatian yang semestinya ).Teori Due Care adalah teori dimana konsumen dan produsen tidak sederajat yang, menjadikan konsumen khususnya mendapat perhatian khusus dari produsen dikarenakan produsen memiliki pengetahuan dan keahlian yang lebih dibanding konsumen.Teori ini juga berpendapat bahwa produsen mempunyai kewajiban untuk memberikan produk yang sesuai dengan apa yang ditawarkan dan mencegah resiko yang dialami oleh konsumen akan produk itu.
Permasalahan dalam teori Due Care adalah tidak adanya metode yang jelas,apakah Due Care telah terlaksana atau belum.Beberapa produk jelas mengandung resiko,jika resiko dihilangkan harga produk akan melambung tinggi,sehingga diluar jangkauan daya beli konsumen.
Teori Biaya Sosial
Teori biaya sosial adalah teori dimana produsen harus menanggung segala kerusakan,resiko yang ditimbulkan oleh kesalahan produk.Teori ini menuntut produsen untuk membayar semua kerusakan yang ditimbulkan,membuat produsen untuk bekerja lebih teliti dan meminimaliskan kerusakan yang diakibatkan oleh produk tersebut.
Kekurangan teori ini adalah teori ini dinilai tidak adil karena semua kesalah dititik beratkan pada produsen.Konsumen yang diberikan kelonggaran akan makin tidak bertanggung jawab terhadap diirnya.Konsumen lebih tidak berhati-hati terhadap penggunaan suatu barang.Teori ini juga sangat merugikan perusahaan - perusahaan karena tidak sanggup menanggung biaya yang tinggi.
Kompetisi
Kompetisi adalah bersaing,Persaingan bisnis yang semakin ketat akan memunculkan kompetisi.Kompetisi menimbulkan efek efisiensi pada pasar yang akan memberikan dampak baik bagi konsumen,dikarenakan semakin banyak jenis produk di pasar.Tetapi kompetisi hanya menguntungkan konsumen saja.Banyak sekali perusahaan berkompetisi untuk menomor satukan produknya,agar konsumen tertarik dan membelinya,mulai dari harga sampai kualitas yang ditawarkan oleh perusahaan - perusahaan.
Salah satu cara untuk unggul didalam kompetisi adalah dengan cara memonopoli pasar.Perusahaan dapat menentukan harganya sesuka hati jika sudah memonopoli suatu pasar.Tetapi memonopoli pasar dianggap kurang bermoral karena dianggap mengurangi sistem persaingan bebas,kecuali diperoleh dengan cara- cara yang adil.
Selain monopoli,ada cara lain untuk mengendalikan kompetisi,yaitu dengan cara oligopoli,dimana hanya beberapa produsen yang menguasai pasar.Kondisi oligopoli terjadi apabila produsen setuju untuk tidak berkompetisi disuatu daerah,dan membagi pasar dengan beberapa produsen yang lain.Ada cara lain juga yang disebut dengan penetapan harga atau price fixing,dimana produsen sepakat untuk menetapkan harga pada konsumen.Cara ini dianggap tidak bermoral karena menyalah gunakan sister persaingan dan merugikan konsumen.
Keputusan Produk
Masyarakat mengijinkan suatu perusahaan ada karena masyarakat memperoleh manfaat dari perusahaan.Perusahaan menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan oleh masyarakat,dan perusahaan menyediakan lapangan kerja pada masyarakat.Perusahaan memperoleh keuntungan dari barang yang dihasilkannya,tetapi suatu perusahaan dinilai tidak bermoral apabila mengambil untung yang sangat berlebihan dari konsumen
Oleh karena fungsi utama dari perusahaan adalah mengasilkan barang dan jasa,analisa moral juga diperlukan terhadap barang atau jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan.Perusahaan dinilai sangat tidak bermoral jika menawarkan jasa untuk membunuh orang.Suatu perusahaan dapat dinilai bermoral bedasarkan moral dan kelegalan dari negara perusahaan itu sendiri,ada beberapa negara yang melegalkan produksi dan distribusi minuman keras,rokok ,senjata api,judi dan pelacuran di lokasi pelacuran.
Ada sebagian yang mengatakan pembuatan ranjau,bom dan bahan peledak lainnya dianggap tidak bermoral.Ada beberapa berpendapat juga bahwa bukanlah produk yang tidak bermoral,melainkan pengguna dari produk tersebut yang dinilai tidak bermoral.Misalkan penggunaan obat - obat terlarang,obat terlarang yang dipakai sesuka hati merupakan tindakan tidak beretika,tidak bermoral,dan melanggar hukum,tetapi jika digunakan untuk medis itu adalah perbuatan yang benar.
Keamanan Produk
Produk yang ditawarkan produsen kepada konsumen seharusnya aman.Dari pandangan etika,terdapat tiga langkah untuk menilai keamanan dari suatu produk,pertama menentukan seberapa amankah produk,kedua seberapa banyak keamanan yang dituntut oleh produk,ketiga apakah suatu produk telah memenuhi standar yang ditentukan oleh masyarakat.
Masyarakat mengetahui bahwa mengendarai mobil itu beresiko,teapi tentunya tidak mengharapkan apabila rem dari mobil tersebut macet,mobil tiba - tiba terbakar, stir tidak bisa digerakan.Masyarak juga tidak mengharapkan adanya resiko jika mereka melintasi suatu jembatan.Masyarakat mengharapkan keamanan pada suatu produk.
Level resiko dari suatu produk berbeda - beda,ada yang sangat berbahaya dan ada yang tidak begitu berbahaya.Level keamanan akan lebih tinggi kepada produk yang level resikonya tinggi juga.Contohnya level keamanan di kereta api akan lebih tinggi dibandingkan dengan mobil,karena kereta api membawa penumpang lebih banyak dibandingkan dengan mobil.
Produsen bertanggung jawab apabila produknya membahayakan konsumen, produsen juga secara moral bertanggung jawab untuk memberi tahu konsumen kemungkinan resiko yang dapati timbul dari produk tersebut.
Ada beberapa cara yang dapat membantu produsen untuk bersikap lebih bermoral.Pertama produsen harus memprioritaskan kemanan dari produknya,kedua produsen seharusnya meninggalkan pemikiran kecelakaan hanya ditmbulkan akibat penggunaan prodk yang salah,ketiga produsen harus memonitor seluruh proses produksi,keempat sebelum dipasarkan produk seharusnya diperiksa dahulu,kelima bila produk sudah dipasarkan produsen diharapkan untuk memberikan informasi tentang kinerja dari produk tersebut,keenam produsen harus meneliti semua keluhan dari konsumen.
Keputusan Harga
Penentuan harga adalah bagian dari suatu pemasaran.Kesuksesan suatu perusahaan adalah tergantung pada kondisi pasar untuk dapat menentukan suatu harga yang dapat diterima oleh pasar.Ada beberapa permasalahan moral dalam penentuan harga,yaitu overpricing,markup dan markdown.
Overpricing adalah kondisi dimana suatu perusahaan memberi harga produk yang lebih tinggi dari harga produk yang ditentukan.Overpricing hanya terjadi dalam kondisi monopoli dan oligopoli.Beberapa contoh dari overpricing adalah convenience store di sekitar rumah,convenience sotre biasanya menjual barang lebih mahal daripada pasar swalayan,tetapi ada konsumen yang membeli karena membutuhkan secara cepat,dan lebih praktis.Contoh yang lain adalah rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi.
Markup adalah penentuan harga dengan menentukan keuntungan yang diperlukan diatas semua biaya yang diperlukan pengadaan barang tersebut.Contoh dari mark up yang tidak bermoral adalah seolah-olah memberikan discount yang pada awalnya barang yang setelah discount sama dengan harga sebelum di mark up.
Penentuan Harga dalam Tender
Tender adalah suatu praktek yang dilakukan oleh penjual seperti pelelangan,yang bertujuan untukmendapatkan harga yang tinggi untuk produknya,akan tetapi sering digunakan oleh pembeli untuk memperoleh harga terendah.Tender sering dilakukan oleh perusahaan - perusahaan.Ada beberapa perilaku yang kurang bermoral atau beretika pada saat tender,salah satunya contohnya adalah apabila suatu kelompok telah bekerja sama menentukan siapa pemenang tender,dan dilakukan secara bergantian yang berdampak buruk bagi penyelenggara tender.
Hubungan dengan Saluran Distribusi
Biasanya produsen memerlukan perantara pemasaran untuk membawa produknya sampai pada konsumen akhir.Ada banyak cara dan tipe sistem distribusi yang dapat digunakan oleh produsen.Produsen berhak mengembangkan cara - cara dan sistem distribusi yang paling sesuai.Hubungan produsen dan distributor sangat berpengaruh terhadap pemasaran.
Permasalahan dalam hal ini menyangkut hak ekslusif,yaitu exclusive distribution, yaitu strategi produsen untuk menentukan hanya perantara tertentu yang dapat memasarkan produknya.Exclusivedealing adlaah keadaan dimana produsen menuntut perantara hanya untuk memasarkan produknya dan tidak produk lain.
Permasalahan hubungan produsen dengan distributor yang dapat dinilai tidak bermoral adalah pada saat produsen yang memproduksi berbagai produk berusaha untuk meminta sang perantara untuk menjualkan produk yang lain dalam bauran produknya secara paksa.Bila tidak secara paksa ,tindakan tersebut masi dapat dikatakan tindakan yang bermoral.
Promosi dan Praktek Pemasaran
Promosi merupakan cara yang diperlukan untuk mengenalkan suatu produk kepada konsumen.Promosi dapat dikatakan bermoral apabila,promosi itu tidak memberikan informasi yang salah, menyesatkan, dan memaksa.Ada berbagai alat yang dapat digunakan untuk mempromosikan suatu produk, yaitu periklanan,promosi penjualan, publisitas dan hubungan masyarkat, personal selling, dan direct marketing.
Beberapa Kasus Moral Praktek- Praktek Pemasaran
Salah satu cara yang sedang populer adalah pembayaran dengan kredit.Penjual sering tidak menjelaskan harga sesungguhnya yang harus dibayar konsumen,syarat kredit , tingkat bunga yang harus dibayar dan tingkat bunga yang dikenakan kepada konsumen, ini merupakan bentuk dari penipuan yang dapat dinilai tidak bermoral.
Transaksi yang adil dapat diwujudkan dengan memberikan informasi yang lengkap tentang produk yang akan dibeli,sehingga label adalah salah satu tuntutan yang diberikan kepada produsen agar dinilai lebih bermoral.Produk - produk makanan contohnya,pada produk makanan perlu dinyatakan bahan dan jenis makanan yang digunakan,dan tanggal kadaluarsa pada produk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar